Setiap kita harus memiliki tujuan hidup. Betapa banyak orang yang sehat dan memiliki waktu luang tetapi hidup mereka tanpa arah, karena tidak memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas. Rasulullah telah memperingatkan tentang banyaknya orang yang terlena atau mengabaikan nikmat sehat dan nikmat kesempatan yang mereka miliki. Dari sabdanya, “Ada dua nikmat banyak orang tertipu olehnya, yakni nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Ibnu Abbas r.a.)
Allah berfirman dalam Quran surat Al-Mukminun: 115-116, yang intinya bahwa kehidupan diciptakan dengan suatu tujuan, begitu pula penciptaan bumi dan langit beserta segala sesuatu diantara keduanya. Maka kita pun diciptakan untuk suatu tujuan, bagaimana kita bisa mengetahuinya? Kita harus mencari tahunya, sekarang ini ada banyak sekali tes minat-bakat, tentukan passion diri kita, hal apa yang sangat kita sukai untuk mengerjakannya, yang mana kita tak pernah lelah dan mengeluh setiap menyelesaikan pekerjaan itu. Ambillah peran di dalamnya.
Alasan selanjutnya mengapa seseorang harus menyusun rencana adalah agar hidup kita terjaga. Milikilah rencana yang bisa mengisi seluruh waktu dengan kebaikan dan tidak memberi kesempatan pada setan untuk mengganggunya dengan bisikan yang menyesatkan. Jika kita tidak bergerak cepat dalam lingkup kebaikan dan kerja keras menyusun program hidup yang rapi, maka kita akan dikuasai pikiran jahat dan ditemani berbagai hal yang remeh tanpa arti.
Sangat penting bagi kita merencanakan hari-hari, kemudian laksanakan rencana-rencana itu dengan penuh kesungguhan, agar kita tak luput dari bahayanya menganggur. Janganlah seperti air mengalir, melakukan sesuatu ketika ada pekerjaan di depan mata, jika tidak ada pekerjaan maka akan menganggur karena tidak tahu pekerjaan apa yang harus dilakukan setelahnya. Walau tidak harus detail, tapi rencana harian membuat sasaran-sasaran yang ingin kita capai dapat terpenuhi.
Fokus itu penting, tapi harus bisa membagi fokus, jangan terlalu fokus dengan satu hal saja. Disitulah peran perempuan bekerja. Bagaimana dia menjadi dirinya sendiri, mungkin sudah menjadi ibu, istri, dan juga lingkungan sosialnya. Maka bagi fokus itu dinamakan prioritas. Sangat penting memetakan prioritas. Karena yang akan menjadi fokus kita mungkin tidak sedikit. Ini akan memudahkan kita untuk “membagi fokus” dengan bijak. Dengan begitu, maka satu persatu persoalan akan selesai dengan baik.
Semarang, 7 Agustus 2019 / riabrilliana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar