Minggu, 05 Mei 2019

Tradisi Unik Keluarga Jelang Ramadhan

Tradisi unik keluarga menyambut bulan Ramadhan? hihihi Mungkin ini unik bagi keluarga kami yah, karena dilakukan tahunan, menjelang Ramadhan..

Dari sekitar 1-2 bulan H-Ramadhan, Ayah-Ibuku membuat semacam To Do List, apa saja yang Tim ini harus lakukan selama target waktu yang ditentukan. Kami menyebut anggota keluarga sebagai sebuah tim, karena Ayah yang mengultimatumnya sejak kami- anak2 masih kecil hehe..



Untuk urusan persiapan di rumah, kami biasa bersih-bersih akbar! kenapa? karena menyambut tamu istimewa yang akan membawa berkah berupa kemuliaan, maka kami menyambutnya dengan suka cita 😁. Kami sebut bersih-bersih akbar ini karena hampir seluruh isi rumah kami bersihkan, mulai dari gudang dan seisinya (biasanya kalo ada barang2 yg terasa ga dipakai akan diberikan ke orang, yg sekiranya membutuhkan). Berlanjut dengan mencuci seluruh korden yang menghiasi jendela-jendela rumah, membersihkan debu2 yang menempel tebal di kipas-kipas angin, membersihkan "isi" lemari, dan seterusnya. Selain itu, biasanya kami melakukan sedikit banyak perbaikan/renovasi rumah, seperti mengecat rumah dengan warna baru, memindah beberapa perabot untuk digeser ke sisi bagian rumah yang lain. Hal ini kami lakukan agar rumah terasa lebih nyaman dan meminimalisir kejenuhan. Masuk rumah dengan suasana baru! Yay!




Sedangkan untuk persiapan mental, kita alokasikan waktu untuk baca-baca entah itu buku, artikel, ikut kajian, yg bahasannya tentang keutamaan2 puasa ramadhan, selain untuk meningkatkan pengetahuan, juga akan menambah semangat dalam melaksanakannya. Sehingga puasa ramadhan tidak lagi dianggap menjadi sebuah beban, seperti layaknya perintah sholat, dulu pas masih kecil, disuruh2 sholat bawaannya berat, "ah ngapain sih sholat?" Nah agak gedean baru tahu kalo ternyata yg nyuruh kita sholat tu Allah. Inilah sebab, kalo kita ga ngerti makna & sebab dibalik kenapa kota harus menjalankan perintah..

Nah setelah kita belajar, maka tiap anggota akan membagikan berupa resume ke grup whatsapp keluarga. Saling bertukar ilmu, hal-hal baru yang kami belum tahu sebelumnya. Sendiri memang susah, berjamaah lebih mudah. Membagikan ilmu bagai menebarkan energi baru.

Bagi kami ini istimewa, karena keakraban kembali tercipta!




Belajar Puasa

hihihi Beralih ke belasan tahun silam, ketika aku dan kedua adikku belajar berpuasa. Seperti yang orang-orang tua dahulu tanamkan, "puasalah setengah hari dulu", atau disebutnya dengan Puasa Bedug. Jadi kami sahur bersama seperti biasa, ada yang paling susah dibangunkan, paling mentok hanya minum air putih, itupun disodorkan ibuku ke tempat dia tidur, setelah adzan/bedug Dhuhur dikumandangkan, kami bergegas untuk buka puasa, itu pun kami makan secukupnya, tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit. Atau pernah ibu kami lupa menyiapkan makan, maka kami hanya minum saja. Kami diberi waktu setengah jam oleh ibu untuk berbuka, selanjutnya kami harus puasa lagi sampai adzan Maghrib berkumandang.

Disuatu siang yang terik, pulang sekolah kami kepanasan, dan otomatis kami merasakan haus yang sangat. Tapi kami sudah komitmen dengan ibu untuk tetap puasa. Maka waktu itu yang kami lakukan adalah... mengompres leher dengan es batu yang terbungkus plastik! Hahahaha.. ya, karena waktu itu di rumah kami belum ada AC, kipas anginpun terasa tak menyejukkan. Sekian tahun berlalu, lucu juga mengingatnya..

Waktu itu cukup bingung juga, apakah memang puasa untuk anak-anak dan dewasa berbeda? Karena kami tahu, ketika kami berbuka pada Dhuhur, orang dewasa tidak melakukannya seperti halnya kami. Mereka berbuka kala adzan Maghrib berkumandang. Waktu berselang, kamipun beranjak remaja, dan kami semakin mengerti aturan puasa yang sesungguhnya, serta bagaimana harus mempersiapkannya, dengan niat dan melakukan yang terbaik untuk memperoleh kemuliaan di bulan suci.

Sekarang satu persatu dari kami telah dewasa, sudah mulai bergenerasi.. Saatnya kami membawa pelajaran terbaik dari orangtua kami ini untuk kami adopsi menjadi bahan untuk mendidik anak-anak kami..

Semoga pahala terus mengalir kepada kedua orang tua kami, yang dengan sabar & tulus mengajarkan hal-hal dan kebiasaan baik ini.


#CelotehEmakChallange
#MelatihPuasa
#TradisiRamadhan
#PuasaKeluargaku


Baca juga artikel berfaedah lainnya di sini ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar