Perjalanan menemukan misi hidup akan selaras dengan perjalanan produktifitas dalam hidup kita. Jadi full time mom alias ibu rumah tangga penuh jadi pilihan terbaik bagiku (saat ini), memang sama sekali ga menghasilkan uang tapi dijanjikan surga. Istimewa kan? Pekerjaan itu, peran itu, kalo dijalani sebaik-baiknya akan bisa mengubah suatu peradaban lho. Udah, lillah aja pokoknya.. ini tentang investasi akhirat juga, bukan?
Bersungguh-sungguhlah menjalani peranmu. Kesungguhan dan keistiqomahan kita dlm menjalankan peran ini, semoga akan meningkatkan kemuliaan diri kita di mata Allah yang dapat menghadirkan kebermanfaatan juga nantinya untuk sesama.
Jenuh tentu pernah ada. Ditiap masalah selalu ada solusi. Begitu juga denganku, selain suka kepoin tentang pendidikan anak & manajemen keluarga, aku suka dagang. Suka aja. Jalani aja, sampai sekarang masih berjalan tapi ga pake target. Menghasilkan? Tentu. Tapi bukan tujuan utama (untuk saat ini). Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan sosialku. Juga dengan belajar menjahit. Sesuatu yang kalo kita tadinya gabisa, gatau, tapi kalau mau mulai belajar pasti asik. Seperti halnya waktu pertama-tama belajar mengemudi motor/mobil, ya kan? Begitulah.. Harus ada sesuatu yan baru. Bisa ini, kuasai. Udah bisa nguasai, belajarlah lagi yang lain. Kalau sudah begini namanya "jenuh" akan jenuh sendiri menghampiri kita. Lalu pahami bahwa "Rejeki itu pasti, kemuliaan yg harus dicari", sehingga produktifitas yang kita jalani ini sebenarnya tak mesti selalu diukur dengan rupiah yang kita terima.
Apapun peranmu, nikmatilah. Kalau udah bisa menikmati, lama-lama akan menemukan diri kita sendiri. Setelahnya, akan menghasilkan syukur. Kalau bersyukur maka kita akan bahagia. Bahagia juga kan ga mesti dr "luar diri kita" toh..? Sebesar apapun upaya org lain utk membahagiakan diri kita, kalo dalam diri kitanya ga menemukan itu, rasanya jg ga jadi bahagia.. itu bahagia versiku aja sih 😁
Tentang peran (lagi), motivasi pengen totalitas di peran ini boleh-boleh aja buat bikin tim di keluarga (anak & suami) bangga, tapi sebenernya itu bonus. Semaksimal mungkin upaya untuk menghadirkan yang terbaik, soal hasil kan bergantung pada proses. Kalau seletah apa-apa yang kita lakukan ini ternyata ga membuat mereka bangga, kan jadi kecewa sendiri. Maka kembali tadi, lillah sajaa👌
Semarang, 23 Juli 2019 / riabrilliana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar