Jauh sebelum impian tercapai, seperti misalnya menikah dan memiliki momongan, menulis adalah bagian dari diriku. Ketika duduk di bangku SMP, dekat dengan menulis dengan media buku dan pena saja. Hingga pertengahan SMA, ketika mendapati waktu luang, ku geluti aktifitas blogging. Tak berlangsung lama, ku meninggalkannya. Semenjak diri disibukkan dengan ragam kegiatan perkuliahan serta kesibukan organisasi dalam maupun luar kampus, aktifitas rutin menulisku lama-lama hilang hingga tak berbekas. Sampai pada akhirnya diri ini mulai tergabung dengan Institut Ibu Profesional, dimana setiap tugasnya [baca: nice homework/NHW] menuntut untuk menyetorkan berupa tulisan-tulisan di tiap pekannya. Rasanya seperti menemukan bagian dari diriku kembali yang sempat menghilang. Setelah menemukannya kembali, ku tak ingin hilang lagi, ku kan tekuni tulis menulis ini.
Tulisan tentang apa? Sejauh ini yang ku tulis sebatas apa-apa yang terjadi padaku, dan apa-apa yang menjadi mimpiku. Itu saja. Tentang hikmah, tentang setiap inspirasi yang aku ingin bagikan kepada teman-temanku, selalu berujung gagal untuk menuliskannya. Disini aku merasa kecewa. Padahal aku ingin sekali mengembangkan diri untuk bisa menebar manfaat lewat tulisan-tulisan. Biar jemari ini yang menjadi saksi nantinya, bahwa diri ini telah mampu membuat perubahan yang lebih baik bagi sebanyak mungkin pembacanya. Untuk itu, aku membutuhkan media belajar atau bisa kita sebut tutor, atau guru. Maka, ku dapat banyak belajar disini. Karena tanpa guru, apa yang kita pelajari tak memiliki sumber ilmu.

Untuk dapat lebih banyak berbagi, dan belajar tentang menulis itu sendiri, ku bergabung dengan Pejuang Literasi. Dimana disanalah para penulis, calon penulis; orang yang ingin sekali belajar menulis, mereka saling bertemu untuk berbagi, bertukar pikiran, pendapat, juga pengalaman serta ilmu. Sejauh yang aku tahu, beberapa buku telah diterbitkannya.
Selain itu, dapat ku katakan bahwa belajar itu nagih. Nah, dengan belajar blogging ini aku berniat untuk menempa diriku agar terus belajar. Dalam blog baruku ini, ku azzamkan juga bahwa inilah langkah awalku untuk kembali. Kembali menjadi diriku sendiri yang utuh. Selamat datang, selamat menikmati jadi diri sendiri yang seutuhnya. Bismillah. Semoga Allah selalu merahmati setiap langkahku.
Lanjutkan perjuangan!!!
BalasHapusSiap, Ndan!
HapusNdan Ria mah udah cakep tulisannya. Tinggal konsistennya yg perlu diasah.. semangat yaaaa
BalasHapusunderline banget -konsistensinya- hihi.. Bimbingannya, Ndan.
Hapus